Bahaya Mempunyai Sikap Menunda-nunda

http://4.bp.blogspot.com/-JXaE_Keooho/TbApzbNkFpI/AAAAAAAAAVw/rlJRZkt2qEo/s200/images.jpeg









Iya nanti sajalah”, demikian yang dikatakan dalam rangka menunda-nunda pekerjaaan atau amalan padahal masih bisa dilakukan saat itu. Kebiasaan kita adalah demikian, karena rasa malas, menunda-nunda untuk belajar, menunda-nunda untuk muroja’ah (mengulang) hafalan qur’an, atau melakukan hal yang manfaat lainnya, padahal itu semua masih amat mungkin dilakukan.

Perlu diketahui saudaraku, perkataan “sawfa … sawfa”, “nanti sajalah” dalam rangka menunda-nunda kebaikan, ini adalah bagian dari “tentara-tentara iblis”. Demikian kata sebagian ulama salaf.
Menunda-nunda kebaikan dan sekedar berangan-angan tanpa realisasi, kata Ibnul Qayyim bahwa itu adalah dasar dari kekayaan orang-orang yang bangkrut.
إن المنى رأس أموال المفاليس
“Sekedar berangan-angan (tanpa realisasi) itu adalah dasar dari harta orang-orang yang bangkrut.”
[1]Dalam sya’ir Arab juga disebutkan,
وَ لاَ تَرْجِ عَمَلَ اليَوْمِ إِلَى الغَدِ          لَعَلَّ غَدًا يَأْتِي وَ أَنْتَ فَقِيْدُ
Janganlah engkau menunda-nunda amalan hari ini hingga besok
Seandainya besok itu tiba, mungkin saja engkau akan kehilangan
Dari Abu Ishaq, ada yang berkata kepada seseorang dari ‘Abdul Qois, “Nasehatilah kami.” Ia berkata, “Hati-hatilah dengan sikap menunda-nunda (nanti dan nanti).”
[2]Al Hasan Al Bashri berkata, “Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.
[3]Itulah yang dilakukan oleh kita selaku penuntut ilmu. Besok sajalah baru hafal matan kitab tersebut. Besok sajalah baru mengulang hafalan qur’an. Besok sajalah baru menulis bahasan fiqih tersebut. Besok sajalah baru melaksanakan shalat sunnah itu, masih ada waktu. Yang dikatakan adalah besok dan besok, nanti dan nanti sajalah.
Jika memang ada kesibukan lain dan itu juga kebaikan, maka sungguh hari-harinya sibuk dengan kebaikan. Tidak masalah jika ia menset waktu dan membuat urutan manakah yang prioritas yang ia lakukan karena ia bisa menilai manakah yang lebih urgent. Namun bagaimanakah jika masih banyak waktu, benar-benar ada waktu senggang dan luang untuk menghadiri majelis ilmu, muroja’ah, menulis hal manfaat, melaksanakan ibadah lantas ia menundanya. Ini jelas adalah sikap menunda-nunda waktu yang kata Ibnul Qayyim termasuk harta dari orang-orang yang bangkrut. Yang ia raih adalah kerugian dan kerugian.
Lihatlah bagaimana kesibukan ulama silam akan waktu mereka. Sempat-sempatnya mereka masih sibukkan dengan dzikir dan mengingat Allah.
Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’  Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”
[4] Subhanallah … Lisan selalu terjaga dengan hal manfaat dari waktu ke waktu.
Ingatlah nasehat Imam Asy Syafi’i –di mana beliau mendapat nasehat ini dari seorang sufi-
[5], “Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. (Di antaranya), dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”
[6]Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”
[7]Semoga Allah memudahkan kita untuk memanfaatkan waktu kita dengan hal yang bermanfaat dan menjauhkan kita dari sikap menunda-nunda.

Keutamaan Shalat Malam (Tahajud)

 
Allah Ta’ala berfirman:
“Lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan, karena mereka berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan takut dan berharap kepada-Nya.” (QS. As-Sajadah: 16)
Allah Ta’ala berfirman:
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (menjelang fajar).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/390)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)
Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)
Penjelasan ringkas:
Di antara keutamaan qiyamullail berdasarkan dalil-dalil di atas adalah:
a.    Mendapatkan pujian yang banyak dalam Al-Qur’an.
b.    Hatinya akan terjaga dari kerusakan dan penyakit hati. Karena terlalu banyak tidur bisa menyebabkan rusaknya hati, karenanya dengan qiyamullail dia bisa mengurangi tidurnya.
c.    Dia merupakan shalat sunnah yang paling utama.
d.    Orang yang mengerjakannya secara berkesinambungan akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.
e.    Dia akan lepas dari gangguan setan di malam harinya.
f.    Qiyamullail merupakan sebab baiknya jiwa, lapangnya dada, dan semangatnya anggota tubuh.
g.    Orang yang mengerjakannya berkesempatan mendapatkan 1/3 malam terakhir yang merupakan waktu dimana doa akan dikabulkan.
Dan sebaik-baik doa saat itu adalah permohonan ampun akan semua dosa-dosa, sebagaimana yang diisyaratkan dalam surah Adz-Dzariyat di atas.

Cara Mudah Menghafalkan Al-Qur'an

Tiba-tiba ada kepikiran buat cari cara cepat Hafal Alqur'an, walaupun saya belum hafal semuanya, hanya ayat-ayat pendek yag sudah aku hafal, dari sini baca sekalian berbagi kepada sobat-sobat Muslim yang juga mungkin Pengen Bisa hafal membacakan Ayat-ayat suci Alqur'an. sumber ini aku dapat dari potingan teman, karena aku rasa ini penting dan menarik ya  aku share Ulang aja biar bisa menyebar. heheh, silahkan baca artikelnya berikut.
Maka tergerak semangat untuk berbagi kebaikan saya segera tulis ini yang merupakan pokok2 inti ceramah yang saya dengarkan di Masjid Baiturrahman Banda Aceh beberapa waktu lalu. Ustadznya masih muda sekira 35 tahun hafal Al Quran dan beliau dari Malaysia. Sayang saya tak sempat tahu nama beliau.
Menurut beliau jika dia tanya kepada 10 orang “Apakah Anda bisa menghafal seluruh AlQuranulkarim 30 juz?” maka 90% akan menggeleng dan mengatakan “Sangat sulit saya tidak bisa!” dan yang 10% mungkin akan menjawab: “Mungkin bisa jika diberitahu cara2nya?
Inilah ‘intinya’ kenapa saya segera tulis postingan ini! 90% atau lebih dari kita [termasuk saya tentunya] akan mengatakan mustahil untuk bisa hafal 30 juz, boro2 30 juz kan, juz amma [juz 30] gak apal-apal, ya kan?
Beliau melanjutkan: “Semua jawaban itu SALAH!” “Harusnya kita katakan, insya Allah bisa!” Kenapa karena Al Quran itu mu’jizat, dan satu2 nya mu’jizat yang wujudnya bisa kita lihat sampai sekarang.
Langsung saja: menurut beliau menghafal AlQuran itu mudah dan mungkin dilakukan oleh SIAPA SAJA. Caranya? [siap2 menjublak karena gampangnya....;-) ]
1. Niat ikhlas menghafal AlQuran semata2 mengharap ridha Allah, kudu ikhlas benar2. “Ya Allah aku niat menghafal AlQuran 30 Juz karena memohon ridhaMu semata. Bismillahirrahmanirrahim.”
2. Al Quran hanya bisa dihafal oleh yang hatinya bersih. Supaya bersih caranya gampang. Sebelum mulai menghafal baca istighfar banyak2, mohon ampun dengan sungguh2 kepada Allah. Tidak ada manusia yang TIDAK BERDOSA, dan Allah sudah sampaikan salah satu cara menghapus dosa adalah istighfar banyak2. Minta Allah ampuni kita dan bersihkan hati kita
3. Alquran itu kita hafal bukan karena kita menghafalnya, tapi Allah yang letakkan kefahaman itu kedalam hati kita, saya ulangi: Allah yang letakkan kefahaman itu dalam hati kita. Jadi kita mohon kepada Allah agar Ia tolong kita mudah hafalkan AlQuran letakkan kefahaman itu dalam hati kita
4. Hafalkan sedikit demi sedikit, karena inilah fitrah cara diturunkannya AlQuranul karim, bukan langsung sekaligus tapi ayat demi ayat sesuai kebutuhan. Maka hafalkan CUKUP 1 ayat sehari. Baca berulang2 minimal 100x dalam sekali baca, misal habis subuh. Lalu tiap ada kesempatan baca lagi dan lagi. Kata beliau dengan cara ini nanti ayat itu akan meluncur seperti air yang mengalir.
5. Setelah beberapa hari gabung ayat2 yang sudah dihafalkan.
6. Demikian seterusnya sampai khatam seluruh AlQuran.
Pasti anda bertanya wah kalau begitu berapa lama saya akan hafal ?
Secara matematika jika seluruh ayat Al Quran berjumlah 6666 [betul ya?] berarti akan khatam kira2 18 tahun!!! Wah lama sekali ya. Namun kata beliau AlQuran saja genap turun kira2 23 tahun, jadi angka 18 tahun itu wajar dan ‘alamiah’. Satu hal yang beliau sampaikan, karena alQuran itu mu’jizat, dan Allahlah yang letakkan kefahaman itu di hati kita, sesuatu yang secara normal nampak TIDAK MUNGKIN bisa MENJADI MUNGKIN. Jika kita sudah istiqamah mempraktekkannya maka Allah akan BUKA rahasia2Nya, Allah akan tunjukkan jalan2Nya. [Beliau sendiri mengakui baru belajar baca Al Quran ketika mulai kuliah di Inggris, kalau saya perkirakan dari usia beliau sekarang sepertinya beliau hafal jauh lebih cepat dari 18 tahun, dan menurut beliau pula 4 orang anaknya telah hafizh, 2 lagi menyusul!!! Subhanallah].
Mungkin setelah beberapa waktu, bisa saja kita mudah menghafal 5 atau bahkan 10 ayat sehari?
Jadi kuncinya:
- Niat Ikhlas Karena Allah SWT
-Istighfar Sungguh
-Minta Tolong Kepada Allah Supaya Difahamkan Sedikit demi Sedikit.
-Diulang-ulang kata kata yang sudah dihafalkan tadi .
-Istiqomah dan Sabar
Demikian, sahabat2 yang dirahmati Allah, semoga manfaat. Bagilah informasi ini ke sebanyak mungkin teman. Link ke post ini [he he biar blognya dibaca banyak orang.
Selamat mempraktekkan. Semoga Allah mudahkan jalan kita untuk dapat menghafal Al Quran, memahaminya, mencintainya dan menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.
Wass wr wb.,